Kulit kening bapak itu mengernyit
saat berusaha memanggil kembali ingatan tentang peristiwa yang terjadi ketika
ia masih kecil. Ia lahir tahun 1955. Sekitar empat puluh lima tahun yang lalu,
ia menyaksikan mayat manusia mengapung di sungai yang berada di depan kami
berdua. Tidak hanya sekali, tapi beberapa kali. Tidak hanya satu mayat, tapi
beberapa mayat. Mungkin lima atau enam kali, dengan mayat yang berbeda, di
tempat yang berbeda, dan di hari yang berbeda-beda pula. Ia menyaksikannya di
siang hari. Di sungai Bah Bolon.
Showing posts with label Keluyuran (Travel). Show all posts
Showing posts with label Keluyuran (Travel). Show all posts
Sunday, May 9, 2010
Saturday, March 27, 2010
GUA BATU RABAH DAN GUA PERTAPAAN LUTAI
Monday, December 28, 2009
MENYAMBANGI GELISAH PETANI LAHAN PANTAI KULON PROGO
Hari Kamis (24/12/09) di minggu yang lalu, di dalam perjalanan menuju kawasan pertanian lahan pantai Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, saya menyaksikan para petani sedang memanen padi di sawah. Sebelum masuk ke kawasan pantai, saya melewati desa-desa dengan area persawahan yang luas. Di area persawahan tersebut terlihat sekian banyak petani sedang memanen padi. Laki-laki dan perempuan tampak sibuk sambil riang bercengkrama di area persawahan dan di sepanjang jalan yang melewati area persawahan. Sementara itu, di sepanjang sisi kiri dan kanan jalan area persawahan terdapat hamparan butiran gabah yang sedang dijemur.
Subscribe to:
Posts (Atom)